
BANDUNG – Ketua Kwarda Jawa Barat, Herman Suryatman, secara resmi melantik 21 pengurus Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Barat masa bakti 2025-2030. Pelantikan ini digelar bersamaan dengan pengukuhan Satuan Komunitas (Sako) Ma’arif NU Jawa Barat. pada jumat (17/4).
DKD Jabar bukan sekadar struktur organisasi. Sebagai badan kelengkapan Kwartir Daerah, lembaga ini merupakan wadah kaderisasi vital bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Di sinilah tempat pengembangan bakat kepemimpinan dan ruang bagi anggota muda untuk menempa pengalaman organisasi secara nyata.
Dalam sambutannya, Herman Suryatman menekankan pentingnya akselerasi. Ia meminta pengurus yang baru dilantik untuk langsung “Ngabret”—berlari kencang—dalam mengeksekusi program kerja lima tahun ke depan.
“DKD harus menjadi model bagi Penegak dan Pandega di seluruh Jawa Barat. Implementasi visi misi Kwarda, yaitu Pancawaluya, harus menjadi nafas dalam pengembangan Gerakan Pramuka di lapangan,” tegas Herman.
Bahari Hidayat, yang kini resmi memegang kemudi sebagai Ketua DKD Jabar, menyatakan kesiapannya untuk langsung bekerja. Ia menyadari bahwa tantangan pembinaan kaum muda ke depan memerlukan pendekatan yang lebih inovatif.
Fokus utama Bahari dalam waktu dekat adalah memperkuat sinergi antara DKD dan Dewan Kerja Cabang (DKC) di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Menurutnya, keselarasan antara provinsi dan daerah adalah kunci agar pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega berjalan searah dengan visi besar Kwarda Jabar.
“Kami langsung tancap gas. Hubungan dengan DKC akan diperkuat agar program inovasi yang kami rancang bisa dirasakan langsung oleh anggota di tingkat akar rumput,” ujar Bahari usai prosesi pelantikan.
