Bongkar Strategi Program ‘Ticket to Life’ di Cianjur: Mengubah Stigma Jadi Prestasi

Berita Kwarcab Berita Kwarda

CIANJUR — Dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur menjadi saksi dimulainya sebuah program pembinaan berskala internasional. Pada Selasa (9/6), hari pertama kegiatan “Ticket to Life” (TTL) Kabupaten Cianjur resmi bergulir. Program di bawah naungan World Organization of the Scout Movement ini dirancang khusus untuk merangkul kelompok masyarakat rentan agar mampu memperbaiki masa depan.

Acara dibuka langsung oleh Kak Bambang Sasongko, Andalan Nasional Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarnas Gerakan Pramuka. Pembukaan ini juga dihadiri oleh Ketua Satgiat Pramuka Peduli Kwarda Jabar, Kak Usman Mawardi, serta perwakilan dari Kwarcab Cianjur dan Kwarrab Cibeber dan para tamu undangan lainnya.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen global kepanduan untuk menyentuh mereka yang terpinggirkan,” ujar perwakilan panitia di lokasi. Di Lapas Cianjur, program berjalan lewat payung hukum kerja sama yang telah disepakati sejak 10 Januari 2025 antara pihak Lapas dan Pasukan Kujang Sinatria Cianjur, dengan sepengetahuan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur. Melalui TTL “Kujang Sinatria”, para warga binaan mendapatkan pendampingan intensif yang meliputi pendidikan kepramukaan, pembinaan mental, pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan life skills.

Fokus utamanya adalah membentuk kedisiplinan dan menyiapkan bekal konkret bagi warga binaan sebelum mereka kembali melakukan reintegrasi sosial ke masyarakat.
Tidak hanya menyasar warga binaan di dalam lapas, gerakan ini juga memperluas jangkauannya keluar melalui program TTL “Jawara Masagi”. Segmen ini menyasar anak-anak putus sekolah di wilayah Cianjur. Melalui intervensi berupa pelatihan softskill dan hardskill, program ini fokus memberikan akses pendidikan alternatif serta membangun kepercayaan diri (self-confidence).

Output yang ditargetkan dari program Jawara Masagi ini adalah kemandirian ekonomi bagi anak-anak putus sekolah agar mereka memiliki modal keterampilan saat mencari pekerjaan atau membuka usaha mandiri. Pelaksanaan hari pertama ini menandai awal dari rangkaian pendampingan panjang yang dijadwalkan secara berkala di Kabupaten Cianjur.

penulis : Irfan_fey (pusdatin kwarda jabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *