
JAKARTA – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas), secara resmi memulai agenda strategis tahunannya melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang berlangsung di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Acara yang digelar pada 26–28 Januari 2026 ini dibuka langsung oleh Ketua Kwarnas, Budi Waseso, dengan fokus utama pada keselarasan program kerja nasional dengan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam pembukaannya, Budi Waseso menegaskan bahwa Pramuka harus bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam mendukung kedaulatan pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tantangan global menuntut organisasi ini untuk melahirkan inovasi yang inklusif dan berorientasi pada keterampilan nyata.
Prioritas Program dan Revisi Undang-Undang
Rakernas tahun ini mengagendakan sejumlah pembahasan krusial. Selain persiapan teknis Jambore Nasional dan peringatan Hari Pramuka, forum ini juga menjadi ruang bagi pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Langkah ini diambil untuk memperkuat legal standing organisasi di tengah dinamika sosial yang berubah. Program kerja ke depan akan lebih banyak diarahkan pada penguatan kewirausahaan, pengelolaan sumber daya alam, serta penerbitan jurnal ilmiah kepramukaan untuk meningkatkan kapasitas intelektual anggota.

Komitmen Jawa Barat dalam Ketahanan Pangan
Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat hadir dengan delegasi lengkap, mulai dari jajaran pimpinan hingga perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD). Utusan Jabar yang terdiri dari Baim Setiawan, Yana Suyatna, Gilang Sailendra, Asrul Roza, dan Bahari Hidayat secara aktif memberikan masukan dalam forum tersebut.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Jabar, Baim Setiawan, menyatakan bahwa Jawa Barat berada di barisan pendukung penuh kebijakan nasional ini. Menurutnya, fokus Kwarnas pada ketahanan pangan sejalan dengan visi yang sedang dijalankan di tingkat daerah.
“Program ketahanan pangan ini sudah selaras dengan visi misi Kwarda Jabar. Kami siap mengimplementasikan program tersebut agar sinkron dengan kebijakan pusat,” ujar Baim di sela-sela kegiatan.
Melalui Rakernas ini, seluruh Kwartir Daerah diharapkan mampu menyusun rencana kerja yang terukur guna mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan tangguh secara ekonomi melalui penguasaan keterampilan bidang pangan.(IF)

