Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Herman Suryatman Tekankan Pramuka Jabar Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Pembangunan Daerah

Blog

BANDUNG – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Gerakan Pramuka Jawa Barat sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus motor penggerak pembangunan di Jawa Barat.

Menurutnya, Gerakan Pramuka Jawa Barat harus mampu mengambil peran strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Gerakan Pramuka Jawa Barat harus menjadi agen perubahan dan motor penggerak pembangunan di Jawa Barat. Kita harus berani tampil di depan dan hadir di tengah masyarakat untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing,” kata Herman saat memberikan samutan pada Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Gedung Kwarda Jabar, Kamis (21/5/2026).

Menurut Herman yang juga menjabat sebegai Sekretaris Daerah atau Sekda Jabar, tekad tersebut sejalan dengan visi “Jabar Istimewa” yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui konsep generasi Pancawaluya.

Herman menjelaskan, Pancawaluya merupakan konsep pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda yang bertujuan membentuk manusia paripurna atau “waluya”.

Konsep tersebut dibangun melalui lima pilar utama, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Cageur berarti sehat secara fisik maupun mental, bageur berarti memiliki akhlak baik dan penuh empati, bener berarti jujur serta taat aturan, pinter berarti cerdas dan berwawasan luas, sedangkan singer bermakna terampil, kreatif, dan mandiri.

Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pembinaan anggota Pramuka di Jawa Barat, khususnya bagi generasi muda usia 7 hingga 25 tahun mulai dari golongan Siaga hingga Pandega.

“Anak-anak muda Jawa Barat harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Dari Siaga sampai Pandega harus kita siapkan menjadi sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Mereka harus tumbuh menjadi generasi Pancawaluya yang sehat, baik, jujur, cerdas, dan mandiri,” ujarnya.

Herman juga optimistis Gerakan Pramuka Jawa Barat mampu menjadi organisasi kepramukaan terbaik di Indonesia apabila seluruh jajaran dapat bekerja secara solid dan konsisten dalam menjalankan program pembinaan generasi muda.

“Kalau semangat ini terus dijaga dan dijalankan bersama, saya yakin Pramuka Jawa Barat akan menjadi Pramuka yang istimewa dan terbaik di Indonesia,” tegas Herman.

Melalui Rapat Kerja Daerah Tahun 2026 tersebut, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat sinergi antar-Kwarcab dalam menjalankan program pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat demi mendukung terwujudnya pembangunan Jawa Barat yang maju, berdaya saing, dan berkarakter. Rapat Kerja Daerah (Rakerda) antara lain dihadiri oleh seluruh atau 27 Kwarcab Gerakan Pramuka di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *