Skip to main content Scroll Top

Kwarda Jabar Siapkan Pramuka Pandega sebagai Agen Pancawaluya

WhatsApp Image 2026-08-14 at 19.20.31

CIBUBUR — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat tengah menyiapkan Pramuka Pandega dari 627 kecamatan di Jawa Barat untuk menjadi agen Pancawaluya sekaligus agen pembangunan di tengah masyarakat.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka Jawa Barat mengambil peran dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.

“Saat ini sedang berjalan proses. Kita akan siapkan Pramuka Pandega dari 627 kecamatan, 627 Kwarran, yang akan menjadi agen Pancawaluya, agen pembangunan,” ujar Herman di Cibubur.

Menurut Herman, para Pramuka Pandega tersebut nantinya akan mendapatkan pendampingan dari para senior Gerakan Pramuka. Proses pembinaan dilakukan melalui bimbingan, pendampingan, serta penguatan jejaring agar para Pandega mampu menjalankan peran secara optimal di lingkungan masing-masing.

“Dan nanti akan dipandu, dibimbing, didampingi, dijaring oleh kakak-kakak senior yang hadir pada sore hari ini,” katanya.

Herman menjelaskan, program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memberikan edukasi, inspirasi, dan motivasi kepada generasi muda Jawa Barat agar memiliki keberanian dan kesiapan dalam menghadapi masa depan.

“Ujungnya adalah bagaimana mengedukasi, menginspirasi, memotivasi anak-anak muda Jawa Barat, kaum muda Jawa Barat, untuk menjemput dan merebut masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menegaskan, generasi muda Jawa Barat perlu dipersiapkan tidak hanya dengan kecakapan dan pengetahuan, tetapi juga dengan karakter yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, Gerakan Pramuka Jawa Barat mendorong lahirnya Generasi Pancawaluya, yakni generasi yang memiliki lima karakter utama: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

“Dan mereka harus kita jadikan sebagai Generasi Pancawaluya, generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer,” tegas Herman.

Herman menjelaskan, Pancawaluya merupakan lima kemuliaan yang diharapkan melekat dalam diri kaum muda Jawa Barat. Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun generasi yang sehat dan kuat, berakhlak baik, memiliki integritas, berpengetahuan, serta terampil dan adaptif dalam menghadapi perubahan.

“Pancawaluya adalah lima kemuliaan yang harus dimiliki oleh kaum muda Jawa Barat. Dan Gerakan Pramuka Jawa Barat mengambil peran di depan, di bawah kepemimpinan Kak Mabida Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi,” ujarnya.

Melalui penyiapan Pramuka Pandega di 627 kecamatan, Kwarda Jawa Barat berharap Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pendidikan nonformal bagi kaum muda, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Para Pandega yang diproyeksikan sebagai agen Pancawaluya dan agen pembangunan diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Gerakan Pramuka Jawa Barat untuk memastikan nilai-nilai kepramukaan hadir dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat melalui peran aktif generasi mudanya.